Breaking News

Gubernur Khofifah Keluarkan Surat Edaran Jatim Siaga Bencana Hingga Mei 2020

Seputar Indonesia.id
Dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan upaya antisipasi dan penanggulangan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor, perbaikan infrastruktur di beberapa titik, dan sosialisasi ke masyarakat.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa berbagai upaya kesiapsiagaan telah dilakukan baik di daerah rawan bencana maupun tidak. Hal ini mengingat kondisi di tengah musim penghujan seperti saat ini, dimana terjadi bencana hidrometeorologi di sejumlah lokasi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Kami telah meminta agar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait selalu siaga untuk mengambil langkah cepat seperti menyiagakan tim selama 24 jam penuh, baik di daerah berpotensi rawan bencana maupun tidak. Selain itu, kami juga melakukan berbagai upaya antisipasi dan kesiapsiagaan baik dengan instansi terkait maupun pemerintah kabupaten/kota,” ujar Khofifah pada Senin (13/1).

Khofifah menyatakan bahwa dirinya telah melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapsiagaan terhadap bencana alam bersama Forkopimda Jatim dan jajarannya. Rakor tersebut dihadiri pula oleh Pangdam V Brawijaya beserta jajaran Danrem dan Dandim se-Jatim, Kapolda Jatim bersama jajaran Kapolrestabes, Kapolresta, dan Kapolres se-Jatim, Bupati, Wali Kota, serta BPBD se-Jatim. Dengan narasumber rakor berasal dari BNPB, pakar geologi UGM, Pangdam, dan Kapolda.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada bupati/wali kota untuk melakukan kesiapsiagaan bencana sampai dengan Mei 2020. Surat edaran tersebut dimaksudkan agar masing-masing kepala daerah, utamanya di daerah rawan bencana, semakin meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam yang kerap melanda.

“Untuk longsor dan puting beliung diharapkan kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan secara komprehensif dan bupati/wali kota terus melakukan pemantauan terlebih pada cuaca ekstrem sesuai prediksi dari BMKG,” imbuhnya.

Khusus untuk wilayah Madura, Khofifah menaruh perhatian serius terhadap banjir Kali Kemuning di Kabupaten Sampang. Menurutnya, perlu dibangun plengsengan di daerah tersebut guna mengurangi terjadinya luapan sungai.

“Tetap untuk lebih menjaga kemungkinan luapan yang tinggi ke depannya butuh kanal (flood away) ke laut,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat juga berpengaruh terhadap kesiapsiagaan bencana. Baik untuk mengantisipasi maupun meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana, agar korban maupun kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

“Karena selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peranan penting ikut andil dalam menghadapi bencana yang akan terjadi, sehingga mampu tercipta rasa aman meski daerah tersebut termasuk kategori rawan resiko bencana,” pungkasnya.

Tidak ada komentar